Cara Praktis Menanggulangi Hama dan Penyakit Sengon

Sistem monokultur Sengon berdampak pada merebaknya hama dan penyakit Sengon.  Hal ini diakibatkan oleh melimpah dan terkonsentrasinya sumber pakan bagi hama dan penyakit dalam satu hamparan.

Beberapa jenis hama dan penyakit Sengon yang saat ini menyerang tanaman Sengon diantaranya adalah : hama penggerek batang, hama ulat kantong, dan penyakit karat furu.

Bagaimana cara mengatasinya?

1.  Hama penggerek batang/ Boktor (Xystrocera festiva)

Serangan ditandai dengan adanya luka pada batang.  Telur diletakkan pada celah luka.  Sejak larva menetas segera melakukan aktivitas penggerekan ke dalam jaringan kulit batang.

Bahan makanan yang disukai adalah bagian permukaan kayu gubal (xylem) dan bagian permukaan kulit bagian dalam (floem).

Adanya serbuk gergajian merupakan gejala serangan awal.

Pengendalian hama dilakukan dengan mencongkel kelompok telur, menyeset kulit batang tepat pada titik serangan larva boktor sehingga larva jatuh/ terlepas.

Pengendalian hama dapat juga dilakukan dengan menggunakan musuh alami parasitoid, predator misalnya kumbang pengebor kayu (Macocentrus ancylivorus) dan jamur parasit (Beauveria bassiana).

Pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan cara suntik/ bor dan bacok dengan insektisida.

2.  Hama ulat kantong (Ptero plagiophleps)

Hama ini tidak memakan seluruh bagian daun tetapi hanya parenkhim daun yang lunak, menyisakan bagian-bagian daun yang berlilin.  Daun yang terserang terdapat bercak coklat.

Pengendalian hama ulat kantong dengan menggunakan insektisida.  Misalnya virtako, ambush, dessin, bomber, karate dan lainnya.

Pengendalian hama ulat kantong juga dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida alami.  Berupa campuran 1 kg daun dan batang tembakau yang dihancurkan, ditambah 1 sendok teh sabun colek dan 15 liter air.  Campuran tersebut direndam selama 24 jam.  Setelah itu campuran disaring dan siap untuk disemprotkan.

3. Penyakit karat furu (Uromycladium teperrianum)

Serangan ditandai dengan pembengkakan (galis) pada batang, ranting, anak ranting dan helaian daun.  Galis merupakan tubuh buah jamur.

Penyakit ini menyerang sangat cepat dan menyerang semua tingkatan umur.

Pengendalian penyakit karat furu dengan cara mematikan sel-sel penyakit furu, membuang bagian yang terserang, atau mengelupas bagain yang ada galisnya.  Selanjutnya dioles atau disemprot dengan campuran alami agar tidak tumbuh lagi.

Campuran alaminya bisa berupa spirtus, atau campuran 5 kg kapur + 0,5 kg garam + 5/ 10 bagian air, atau campuran 1 kg belerang + 1 kg kapur + 10/ 20 liter air.

Campuran dioleskan atau disemprotkan 2 minggu – 1 bulan sekali.

Demikian cara penanggulangan  2 jenis hama, yaitu hama penggerek batang dan hama ulat kantong,  serta 1 jenis penyakit yaitu penyakit karat furu yang sedang mewabah.

Anda sudah menerapkannya?

Bagaimana hasilnya?

Silahkan berbagi pengalaman disini.

Share on Facebook
Silahkan Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Anda tertarik dengan artikel ini? Silahkan beri komentar, atau mau berlangganan untuk mendapatkan setiap artikel yang di-posting.

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

ass. madaf saya bukan komentar tp mw bertanya. sy mulai menyemai sengon tapi sudah tinggi 50-70 cm tunas2 muda memutih seperti bedak dan batang daun berubah menjadi kecoklat-coklatan, jenis penyakit apa itu ya dan apakah obatnya?? terumakasih

[Reply]

itu penyakit embun tepung. obat yang telah terbukti ampuh adalah bayleton.

[Reply]

pak obat yg cespleng buat uret tanah pada sengon apa?trims

[Reply]

ass. pak kalau pohon sengon disemprot pake spiritus apa tidak mati

[Reply]

Mohon infonya ttg insektisida sistemik apa yg cocok utk pengendalian dgn cara bor/bacok. Karena saya punya pohon sengon 1 ha mulai terserang penggerek batang. Dgn segala cara dan semua jenis insektisida pernah saya coba tp tetap tdk ada hasilnya,tks..

[Reply]

Dindin Reply:

Insektisida yang sudah dicoba di daerah Punggelan, Purbalingga untuk ulat kantong adalah Merk Eto, dan Eviset (dicampur).
Applikasinya dengan cara pengeboran., biasanya 10 hari setelah Applikasi bisa terlihat hasilnya, Thanks.

[Reply]

yang susah pada tanaman sengon yang sudah tinggi kan susah untuk disemprot

[Reply]

Maaf mas klo boleh tau bahan aktif dari insektisida2 tsb apa aja ya mas? Karena mungkin tdk d smua daerah tersedia merk2 dagang tsb.. Trims..

[Reply]

ass pak saya izin mengcopy artikelnya untuk pembuatan newsletter kami BPTH Kalimantan untuk memberikan informasi mengenai cara penanganan penyakit pada tanaman sengon,yang kini mulai marak ditanam masyarakat di Kalimantan, terima kasih

[Reply]

Artikel yang bermanfaat, trim.

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


CommentLuv Enabled