Cara Mendapatkan Manisnya Iman (Bagian 1)

Anda pernah makan buah? buah apa saja, terserah Anda, mau jeruk, apel, durian, atau yang lainnya. Tentu saja sudah pernah Anda memakannya, menikmatinya. Bagaimana rasanya? Ya…. so pasti ada yang manis, pahit, asam, ada juga yang campur-campur rasanya.

Pertanyaan selanjutnya adalah: rasa apa yang paling Anda sukai? Hampir dapat dipastikan, Anda akan menjawab jika buah yang paling enak, paling nikmat adalah buah yang manis menyegarkan. Saya percaya, Anda tidak akan suka terhadap buah yang rasanya asam apalagi pahit.

Itulah gambaran bagi Anda bagaimana rasanya bisa menikmati manisnya iman. Iman yang manis menyegarkan.  Bukan iman yang tidak ada rasanya, apalagi iman yang rasanya asam, pahit, atau bahkan berbau tak sedap karena busuk. Anda mau? Saya yakin, sebagai orang yang normal, pasti Anda akan mengiyakan dan setuju.

Sekarang saatnya, bagaimana sih caranya untuk dapat merasakan manisnya iman? Mari Anda telusuri sendiri jawabannya.

Anda terapkan langkah-langkahnya, insya Allah Anda akan dapat merasakan manisnya iman.

Faktor utama yang harus dimiliki, agar Anda memiliki manisnya iman adalah:

Tanamkan rasa cinta di dalam hati yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya

Bisa? so pasti bisa.  Anda pernah jatuh cinta? kepada orang tua, anak, atau lawan jenis.  Anda pun bisa punya cinta yang jauh melebihi rasa cinta Anda kepada orang-orang yang Anda cintai.

Apa yang membuat Anda bisa jatuh cinta kepada orang tua, kepada anak-anak Anda atau kepada pasangan Anda.  Mungkin karena orang tua Anda rela memberikan sebagian waktu, energi dan materinya untuk Anda.  Atau mungkin karena anak-anak itu menyenangkan.  atau mungkin karena pasangan Anda memberikan sesuatu yang berharga atau paling berharga dalam hidupnya.

Tapi coba Anda bayangkan, siapa sesungguhnya yang memberikan waktu, energi dan materi untuk Anda, bahkan untuk orang tua Anda.  Siapa lagi, kalau bukan Allah yang memiliki waktu, energi dan materi.  Siapa yang memberikan sifat menyenangkan pada anak-anak Anda.  Siapa lagi kalau bukan Allah,  yang memberikan anugerah anak pada Anda, bahkan telah menciptakan Anda sendiri dan juga pasangan Anda.

Sudah sepantasnya kalau kemudian Anda memberikan cinta yang terbesar untuk Allah SWT.  Dzat yang telah menciptakan semuanya, memberikan rezeki, waktu dan energi serta pasangan hidup kepada Anda (bagi yang sudah menikah tentunya).

Faktor selanjutnya akan dibahas di bagian 2.   Silahkan ikuti tayangan berikutnya.

Share on Facebook
Silahkan Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Anda tertarik dengan artikel ini? Silahkan beri komentar, atau mau berlangganan untuk mendapatkan setiap artikel yang di-posting.

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

Wah, betul banget tuh,,,
butuh kecintaan yang tingi untuk bisa merasakan nikmat nya ibadah…

[Reply]

semoga tambah semangat ibadahnya

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


CommentLuv Enabled