Dilarang Mengurangi Takaran dan Timbangan
Tema artikel ini diambil dari Kisah Nabi Syuaib yang diutus kepada kaum Tsamud. Salah satu ajaran Nabi Syuaib kepada kaum Tsamud adalah berusaha mengajak kaum Tsamud, agar tidak mengurangi takaran dan timbangan, untuk menakar dan menimbang dengan benar, tidak mengurangi maupun melebihkannya.
Saya petikkan sedikit kisah da’wah Nabi Syuaib untuk kita jadikan pelajaran.
Nabi Syuaib adalah salah satu utusan Allah, yang bagi kaum muslimin wajib untuk mengimaninya, karena masuk dalam kategori salah satu rukun iman, yaitu rukun iman yang keempat, iman kepada rasul. Masih ingat dengan rukun iman yang enam kan? iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, serta qodho dan qodhar.
Nabi Syuaib merupakan salah satu diantara empat orang nabi yang berasal dari bangsa Arab, yaitu Nabi Hud, Sholeh, Syuaib dan Muhammad SAW. Nabi Syuaib diutus kepada kaum Tsamud yang berada di daeran Ma’an, dekat dengan Syam.
Kaum Tsamud bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Namun terdapat jurang atau perbedaan yang tinggi antara kaya dan miskin. Orang kaya menjadi semakin kaya, dan begitu pun sebaliknya orang miskin semakin bertambah miskin. Penyebab utama kesenjangan ini adalah karena adanya ketidakbenaran dalam menakar dan menimbang.
Jika membeli barang, maka dilebihkan takaran dan timbangan untuk dirinya. Sebaliknya ketika menjual, takaran dan timbangannya dikurangi.
Misalnya, jika membeli beras (dulu sudah ada beras belum ya…he…he..) dari petani, maka timbangannya sudah diatur sedemikian rupa, agar jumlah beras yang ditimbangnya menjadi lebih banyak. Beras yang seharusnya beratnya 2100 kg, maka ketika ditimbang, beratnya hanya 2000 kg. Dari pembelian beras ini saja, sudah jelas selisihnya 100 kg.
Apalagi jika ditambah dengan proses penjualannya. Beras yang 2100 kg tadi, ketika ditimbang untuk dijual, beratnya menjadi 2200 kg. Kok bisa ya? gampang aja kan, tinggal atur timbangannya. Dari proses timbangan untuk pembelian dan penjualan, sudah jelas selisihnya sebesar 200 kg, luar biasa. Belum lagi keuntungan dari selisih harga pembelian dan penjualan. Untungnya berlipat-lipat.
Namun, da’wah Nabi Syuaib tidak mendapatkan respon yang baik, malah mendapat tantangan dan perlawanan. Akhirnya, singkat cerita, datanglah adzab dari Allah akibat perbuatan Kaum Tsamud ini.
Sekarang saatnya, Anda yang turut berbagi cerita dan pengalaman Kaum Tsamud masa kini, yang merekayasa takaran dan timbangan. Masih adakah?
Share on FacebookNo related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Anda tertarik dengan artikel ini? Silahkan beri komentar, atau mau berlangganan untuk mendapatkan setiap artikel yang di-posting.



kalau gak dapat petromax ngamebex nih aku XD
jadi inget tadi di ebay… ketemu sama penjual yg kurang jujur..
domain PR O di bilang PR 2…
weleh weleeh…..
200 kg banyak banget ??
kalo sekilo 6500… 200 kilo berarti??
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
setengah jam kemudian
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
setelah oby itung itung,,,,
1.350.000 rupiah yah
semua akibat pasti mendapat akibatnya yah mas eko….
maaf banget mas kalo gak nyambung … ini agak lowbat soalnya ahhahahah
[Reply]
Assalaamu’alaikum
salam kenal mas Eko, blognya baru tapi ranking alexanya hebat di bawah 800 waah ini setelah ikut Actionnya pak Joko ya… ada kaitan tidak sih Eko dengan Joko? heheh
Kurtubi´s last blog ..Mengingat Banyak Password
[Reply]
kalau sekarang lebih canggih dengan kemasan iklan yang sangat menggoda
narno´s last blog ..Kado Cinta untuk Sebuah Negeri
[Reply]
yang pasti dosa banget kalo ngurangi timbangan….
[Reply]
Susahnya adalah kita yang pembeli kadang tidak tahu kalau timbangan sudah dimain-mainin
[Reply]
walah walah walah.. nggak boleh itu ngelebihin meskipun 1 kg.. orang 1 kg aja harom.. apalagi 100 kg.. ternyata ngelebih2in timbangan udah dari zaman dulu yah..
tapi mungkin juga disebabkan karena ilmunya kurang.. jadi ya mungkin belum pasti itu 1 kg bagi si A dan 1 kg bagi si B..
heheh..
aprillins´s last blog ..Foto-foto Pantai Wedi Ombo
[Reply]
untung kerjaan gw gak ada hubungannya ama timbangan bung…jd jauh dari mudarad
Bayu Lebond´s last blog ..Salah Alamat
[Reply]
Timbangan tidak selalu dalam pengertian yang denotatif, bisa juga dalam pengertian konotatif. Misalnya, dalam penerimaan pegawai, menimbang kemampuan seseorang bisa dengan jujur atau bisa juga secara manipulatif, agar bisa diterima atau ditolak.
[Reply]
jangan sampai mas nafkahin keluarga dg cara bathil ini…ga berkah Dah
trafficsakti´s last blog ..Jangan Terjerumus Mitos Menyesatkan
[Reply]
Selamat siang Mas Eko’
gmna kabarnya? Mampi kesini
[Reply]
Itu namanya mencuri lho mas.. saya juga paling benci kalau tahu ada yang nglakuin hal tersebut
ismail´s last blog ..Hosting Murah Indonesia Yang Tidak Murahan => Indositehost.com
[Reply]
zaman sekarang memang banyak orang curang seperti itu. mereka tidak menyadari kecurangan itu merugikan diri sendiri
[Reply]
informasi yang mantap pak eko….
Wiwit Yudiantara´s last blog ..Launching | 3 PROGRAM JASA WIWIT YUDIANTARA
[Reply]
Jika manusia melaksanakan perintah Allah melalui Rasul2Nya insyaallah akan terhindar dari bencana
MattWahyu´s last blog ..Densus 88, 89, …
[Reply]
Kadang penjual banyak yang berbuat curang dalam bertransaksi, padahal kunci kesuksesan seseorang adalah KEJUJURAN. Tapi kenapa kok susah sekali untuk jaman seperti untuk berbuat baik dan jujur.thx
[Reply]
assalamu’alaikum … mas eko … salam kenal ya mas, wah ternyata mas orang pekalongan ya … sama mas aku juga orang pekalongan .. mas mau tanya cara menampilkan foto mas yang di pojok itu gimana ya…. aku kok gak bisa – bisa.. makasih mas…. mampir ke blogku … tak tunggu jawabannya…
[Reply]
kita harus bisa bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, dan tidak perlu menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan yang lebih.
btw makasih mas eko sering berkunjung ke blog saya, salam
[Reply]
cerita ini pernah saya denger mas bener bener mengajarkan kit auntuk berlalu jujur..kita harus mengambil hikmah dari cerita tersebut
netmild´s last blog ..Cara Password bookmark Firefox anda
[Reply]
June 25th, 2010 at 23:12
jujur adalah modal awal bagi kesuksesan dunia dan akhirat
[Reply]
termasuk korupsi ga ya….???
shafira´s last blog ..Catatan untuk akhir bulan ini
[Reply]
kita harus jujur supaya rejeki yang kita dapat halal.
putu´s last blog ..Unique Font
[Reply]
jujur mahal harganya,,,,saya yakin anda tahu maksud saya..
Pelopor bisnis internet´s last blog ..Pelopor Bisnis Internet numpang trafiic di blog paling populer di Indonesia
[Reply]
hmmmmmmmmmmm
thnx 4 sharing ,,,
gag ngerti masalah timbangan ,,,
hehehehe
gag pernah jualan !!
^_^
RERI´s last blog ..Mencoba kembali padaNYA
[Reply]
thanks for sharing, wah masih banyak emang orang curang begitu ckckck
ocky´s last blog ..Pre-Order RAHIM
[Reply]
June 28th, 2010 at 16:17
semoga kita dijauhkan dari sifat dan prilaku curang ini ya
[Reply]
Sering kali badan yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan ( TERA ), tidak bekerja dengan baik
[Reply]
Artikel Da’wahnya seperti di khotbah jum’at aja pak.

Maghfur Amin´s last blog ..And The Winner is…
[Reply]
yupz..

KEJUJURAN harus selalu ditegakkan di setiap langkah kehidupan
venty´s last blog ..Michael Buble – Hold On
[Reply]
kajujuran yang utama karena jujur itu akan makmur…

fahrudin´s last blog ..membuat themes wordpress
[Reply]