Kiat Khusus Agar Puasa Ramadhan Menjadi Sempurna (Bagian 2)

Kiat ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang kiat khusus agar puasa ramadhan menjadi sempurna (bagian1).  Bagi Anda yang belum membacanya, silahkan dibaca disini.

Sebenarnya banyak sekali, hal-hal yang bisa kita laksanakan pada bulan ramadhan ini, agar puasa yang kita lakukan meningkat kualitasnya, serta mampu mendulang pahala yang besar dari Allah.  Tetapi, secara garis besar…inilah lanjutan kiatnya…

3.  Berusaha untuk bersuci dari hadats besar sebelum fajar

Bagi Anda yang punya hadats besar, sebaiknya sebelum fajar sudah mandi terlebih dahulu untuk bersuci.  Misalnya bagi perempuan yang baru saja menjalani haid atau nifas.  Walaupun jika mandinya setelah fajar, puasanya tetap dianggap sah.

4.  Menahan diri dari hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa

Ada satu hadits Rasulullah yang patut menjadi renungan kita, yaitu: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan atau perbuatan kotor, maka Allah tidak merasa butuh ia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadits ini, kita perlu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.  Karena bisa jadi, karena ucapan maupun perbuatan kita yang tidak diridhoi Allah, maka puasa yang sudah kita lakukan menjadi sia-sia, tidak ada nilainya di hadapan Allah.  Kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja.  Sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh An-Nasai dan Ibnu Majah, “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecualai lapar dan dahaga.”

5.  Menyibukkan diri dengan beribadah kepada Allah

Pada bulan ramadhan, pahala dilipatgandakan.  Sayang sekali, jika disia-siakan.  Manfaatkanlah waktu yang ada untuk berdzikir kepada Allah, melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat sunnah, tilawah Al-Qur’an, ta’lim, belajar/ memperdalam ilmu agama, dan lain sebagainya.

Bahkan ada satu malam di bulan ramadhan, yang lebih baik dari seribu bulan.  Malam yang dikenal dengan nama lailatul qadar.  Sungguh sayang, jika datang lailatul qadar, dalam keadaan yang biasa-biasa saja, tanpa ada peningkatan kuantitas dan kualitas ibadah.

Oleh karena itu, kita disunnahkan juga untuk ber-i’tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan.  Agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, konsentrasi beribadah secara total kepada Allah.

6.  Menyegerakan berbuka

Jika matahari sudah terbenam, adzan sudah berkumandang, menandakan datangnya waktu maghrib, segeralah untuk berbuka puasa.  Tidak usah menunda-nunda, bahkan sebelum melaksanakan sholat maghrib, berbuka terlebih dahulu dengan makanan/ minuman yang manis-manis.

Jangan lupa untuk berdoa, ketika berbuka puasa.  Sudah hapal semua doa buka puasanya kan? “Allahumma laka sumtu…. ” dan seterusnya.

7.  Memberi makan orang lain untuk berbuka

“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala puasa, tanpa harus mengurangi pahala orang yang puasa tersebut” (HR Tirmidzi)

Di bulan ramadhan, dianjurkan banyak infak dan shodaqoh, terutama kepada fakir miskin.  Agar mereka bisa menjalankan ibadah ramadhan dengan tenang, karena secara materi sudah dibantu oleh saudaranya sesama muslim.

8.  Membayar zakat

Lengkapi puasa kita dengan membayar zakat, terutama zakat fitrah.  Apalagi juga diikuti dengan zakat yang lainnya, baik zakat maal, perdagangan, pertanian, dan sebagainya.

Demikan saja kiatnya ya, yang penting diterapkan.  Insya Allah puasanya semakin mantap.

Share on Facebook
Silahkan Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Anda tertarik dengan artikel ini? Silahkan beri komentar, atau mau berlangganan untuk mendapatkan setiap artikel yang di-posting.

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)


CommentLuv Enabled