Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar, inilah satu malam yang saya harapkan berada dalam kondisi puncak keimanan, puncak ibadah dan ketaatan kepada Allah.  Dan sebaliknya, dijauhkan dari pintu kemaksiatan dan kemalasan.  Karena malam ini, nilainya lebih baik daripada seribu bulan.  Sungguh tiada bandingannya.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat lailatul qadar (malam kemuliaan).  Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.  Malam itu (penuh) kesejateraan sampai terbit fajar.” (QS. 77: 1-5)

Bagaimana caranya kita meraih keutamaan lailatul qadar? Ini yang harus kita pikirkan strateginya, agar keutamaan lailatul qadar dapat diraih.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Carilah lailatul qadar pada (bilangan) ganjil dari sepeuluh hari terakhir bulan ramadhan.” (HR Bukhari, Muslim dan lainnya)

So…pada malam ganjil di 10 hari terakhir di bulan ramadhan, berarti malam 21, 23, 25, 27, dan 29 ramadhan, kita beribadah secara lebih intensif.  Sebenarnya sih…ini kita usahakan bersama…selama sebulan penuh di bulan ramadhan, ibadahnya senantiasa harus ditingkatkan.  Jadi, malam lailatul qadar atau bukan, kita dalam kondisi iman yang baik dan ibadah yang masif.  Insya Allah ibadah di bulan ramadhan menjadi makin mantap.

Karena malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan, walaupun tidak menutup kemungkinan di malam lainnya, maka disunnahkan untuk beri’tikaf di masjid selama 10 hari terakhir ramadhan.  I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah.  I’tikaf selalu dilakukan oleh Rasulullah.  Bahkan di tahun terakhir kehidupannya, Rasulullah melakukan i’tikaf selama 20 hari di bulan ramadhan.

Lailatul qadar, adanya di malam hari, mulai maghrib sampai subuh.  So…perbanyak ibadah di malam hari, qiyamullail, terutama ya di malam-malam ganjil.  Ibadah apa saja, mulai dari sholat wajib, shalat sunnah rowatib, shalat tarawih, shalat tahajjud, shalat witir, dan shalat lainnya yang disyariatkan.  Ditambah dengan tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, istighfar, taubat dan lain sebagainya.

Aisyah berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?” Rasulullah menjawab, katakanlah: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.” (HR. At-Tirmidzi)

Mudah-mudahan kita dipertemukan dengan lailatul qadar di bulan ramadhan ini, dalam kondisi yang baik, keimanan yang meningkat, dan beramal shalih.

Share on Facebook
Silahkan Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


Anda tertarik dengan artikel ini? Silahkan beri komentar, atau mau berlangganan untuk mendapatkan setiap artikel yang di-posting.

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)


CommentLuv Enabled